Perpustakaan Nias

Yamakindo > Perpustakaan Nias

Latar Belakang

Kepulauan Nias merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, terletak di pantai barat Pulau Sumatera dengan jarak kurang lebih 86 mil laut dari kabupaten Tapanuli Tengah (Sibolga). Luas wilayah Kepulauan Nias adalah 5.737,88 km2 (7,86% dari luas Propinsi Sumatera Utara). Secara topografi Nias berada pada ketinggian antara 0 – 800 m di atas permukaan laut, sedangkan secara geografis Nias berada pada 1°6’ LU dan 97°32’BT.

Kepulauan Nias terdiri dari satu pulau besar (Pulau Nias) dan 131 pulau – pulau kecil disekitarnya. Kepulauan Nias awalnya terdiri dari satu kabupaten, kemudian mengalami pemekaran menjadi empat kabupaten yaitu Kabupaten Nias dengan Ibu kotanya di Gidö, Kabupaten Nias Utara dengan Ibu kotanya di Lotu, Kabupaten Nias Selatan dengan Ibu kotanya di Teluk Dalam dan Kabupaten Nias Barat dengan Ibu kotanya di Lahomi serta kota Gunung Sitoli.

Jumlah penduduk Kepulauan Nias berdasarkan BPS adalah 806.210 jiwa. Penduduk di Kepulauan Nias rata-rata berpendidikan SD 97,42%, SMP  rata-rata 74,34%, SMA dan sederajat rata-rata 58,58% sedangkan yang berpendidikan tinggi rata-rata 15,11%.

Indeks Pembangunan Manusia pada tahun 2015 di Nias sebesar 58,85, lebih rendah dibandingkan dengan IPM Sumatera Utara yaitu 69,51.

Generasi muda adalah generasi yang penuh dengan potensi dan daya kreasi untuk dikembangkan baik mental, intelektual dan spiritual. Selain itu, di tangan para generasi muda inilah estafet kepemimpinan akan diteruskan nantinya.

Di masa depan, para generasi muda yang diharapkan mampu meneruskan perjuangan hidup dan mencapai kesuksesan untuk dirinya sendiri, keluarga, masyarakat, bahkan bagi bangsa dan negara. Mengacu pada pandangan tersebut, maka dibutuhkan generasi muda yang berwawasan luas, berkompeten, berani, dan penuh dengan ide segar demi pembaharuan yang lebih baik.

Dalam era globalisasi dan persaingan bebas ini, para generasi muda mendapatkan tantangan yang berbeda jika dibandingkan dengan generasi muda pada era jauh sebelumnya. Pada saat ini teknologi berkembang pesat, informasi tersebar luas dan sangat mudah didapatkan, life style atau gaya hidup yang semakin bebas, dan tentu saja persaingan yang sangat ketat dalam berbagai bidang. Tak dapat dipungkiri semua ini dapat berdampak baik atau buruk bagi para generasi muda. Kemampuan untuk menyaring dan memilih informasi secara tepat dan bertanggung jawab sangat dibutuhkan demi pertumbuhan generasi muda yang positif.

Masa kanak-kanak dan masa muda adalah masa yang paling tepat untuk mengasah kemampuan serta pembentukan karakter kepribadian seseorang. Pendidikan pelajaran ataupun ketrampilan yang baik, pembimbingan yang terus menerus, serta tersedianya fasilitas penunjang pendidikan sangat dibutuhkan demi membantu tercapainya kemampuan anak secara optimal. Wawasan luas juga menjadi salah satu hal yang diharapkan dari adanya faktor-faktor penunjang tersebut. Anak nantinya akan menjadi tumbuh menjadi seseorang yang mempunyai kompetensi di bidangnya dan berwawasan luas. Kedua hal tersebut menjadi sebagian bekal seseorang untuk menjadi mampu bersaing dalam era globalisasi ini.

Pada zaman global sekarang, pendidikan merupakan sesuatu yang penting. Karena pendidikan merupakan akar dari peradaban sebuah bangsa. Pendidikan sekarang telah menjadi kebutuhan pokok yang harus dimiliki setiap orang agar bisa menjawab tantangan kehidupan. Untuk memperoleh pendidikan, banyak cara yang dapat kita capai. Diantaranya melalui perpustakaan. Karena di perpustakaan berbagai sumber informasi bisa kita peroleh, selain itu banyak juga manfaat lain yang dapat kita peroleh melalui perpustakaan.

Lukhulase adalah sebuah desa yang termasuk jauh dari segala fasilitas penunjang pendidikan seperti perpustakaan. Letaknya yang cukup jauh dari pusat kota sangat mempengaruhi akses masyarakatnya pada kebutuhan akan buku. Anggota masyarakatnya kebanyakan juga masih menjalani pendidikan mulai dari yang masih taman kanak – kanak hingga perguruan tinggi. Mengingat masa – masa mencari ilmu berkaitan erat dengan buku, maka kami Yayasan Mandiri Kreatif Indonesia menggagas pendirian sebuah perpustakaan desa sebagai salah satu sarana penunjang untuk memenuhi kebutuhan buku bagi masyarakatnya yang masih bersekolah ataupun kuliah.

Buku atau literatur lain merupakan sumber ilmu yang sangat potensial bagi berkembangnya wawasan masyarakat desa. Selain itu, adanya perpustakaan ini diharapkan dapat menjadi salah satu jalan untuk mencapai sumber daya manusia yang berkualitas di masa mendatang.

Perpustakaan ini merupakan gagasan dari Yayasan Mandiri Kreatif Indonesia yang ada di desa Lukhulase. Yamakindo melalui assessment sederhana merasakan perlu adanya perpustakaan desa dikarenakan mayoritas orang tua tidak mempunyai waktu untuk mengajari buah hati mereka akan beberapa pengetahuan dan pelajaran. Hal tersebut dikarenakan orang tua sibuk di kebun dan ladang untuk mencukupi kebutuhan sehar-hari mereka, dan juga dikarenakan pendidikan orang tua yang kurang.

Hingga sekarang, perpustakaan desa ini baru menjadi sebuah wacana. Usaha untuk merealisasikannya, kami wujudkan dalam proposal ini. Berkenaan dengan hal tersebut melalui proposal ini kami mohon bantuan kepada Bapak/Ibu, untuk dapat kiranya berpartisipasi dalam pengembangan fasilitas pendidikan yang kami dirikan berupa perpustakaan desa di Desa Lukhulase Kecamatan Lahewa Timur Kabupaten Nias Utara dengan cara pemberian buku-buku, majalah dan sejenisnya.

Tujuan

Pendirian perpustakaan desa ini bertujuan untuk :

  1. Mengembangkan kreativitas dan wawasan anak – anak dan remaja untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia yang mandiri dan unggul
  2. Membangun minat baca pada anak, remaja, dan masyarakat desa pada khususnya
  3. Mengoptimalkan sumber daya lingkungan secara berdaya guna dan berhasil guna seiring dengan berkembangnya IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi)
  4. Perbaikan dan pengembangan diri
  5. Pembelajaran tentang tanggung jawab dan manajemen kerja untuk para remaja

Sasaran Kegiatan

Pada dasarnya pengadaan perpustakaan ini memiliki target sasaran seluruh masyarakat Desa Lukulase, baik petani, pedagang dan sebagainya, terutama bagi anak – anak usia sekolah (TK dan SD), remaja (SMP, SMA, Perguruan Tinggi), serta para orangtua.

Pelaksana Kegiatan

Adapun pelaksanaan dari perpustakaan desa ini pada awalnya akan dilaksanakan oleh relawan Yayasan Mandiri Kreatif Indonesia yang bertugas di Desa Lukulase Kecamatan Lahewa Timur Kabupaten Nias Utara. Apabila sudah berkembang dan tertata baik, untuk tujuan keberlanjutan maka akan dilimpahkan ke pemerintah desa setempat dan para pemuda (remaja) di Karang Taruna, berdasarkan hasil evaluasi lebih lanjut.

Gallery Kegiatan

Lewat Perpustakaan mendorong minat baca anak,
Sehingga karakter dan wawasan anak mulai terbentuk pada usia muda

Foto’s by Yayasan Mandiri Kreatif Indonesia

Anggaran Perpus / Pondok Baca

1. Tanah 50x50m2 Rp. 10.000.000
2. Bangun Perpustakaan dalam pondok baca sesuai kearifan local Rp. 17.500.000
3. Buku dan Sumbangan buku Rp. 10.000.000
4. Alat alat tulis dan dekorasi poster edukatif Rp. 2.500.000
5. Volunteer 2 orang selama 12 bulan 1,5 jt per bulan Rp. 18.000.000
6. Spanduk Rp. 100.000
7. Total perkiraan Rp. 58.100.000

Donasi Perpustakaan, dikirim melalui

BCA A/c nr. 7610373563 atau DANAMON A/c nr. 3512284989

atas nama Yayasan Mandiri Kreatif Indonesia. Terima kasih.

Penutup

Perpustakaan desa sebagai salah satu media pengembangan ilmu pengetahuan yang menjadi wadah aktivitas dan kreativitas anak dan remaja, sehingga mampu meningkatkan minat anak dan remaja dalam hal membaca dan pengembangkan diri. Maka dengan ini kami mengharapkan dukungan dan partisipasinya agar perpustakaan ini mampu memberikan sesuatu yang berguna untuk kita semua. Atas perhatian dan kerjasamanya, kami mengucapkan terima kasih

Daftar Pustaka

X